Zonamerah | Maros – Hasil investigasi media di lapangan mengungkap adanya informasi dari sejumlah sumber yang menyebut bahwa PT New Hope Indonesia diduga pernah menggunakan batu bara sebagai bahan bakar operasional perusahaan.
Informasi tersebut diperoleh dari beberapa narasumber yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Mereka mengaku pernah melihat aktivitas yang diduga berkaitan dengan penggunaan batu bara di area operasional perusahaan. Tanggal 11/03/2026 Keterangan tersebut juga diperkuat oleh pengakuan beberapa orang yang mengaku sebagai karyawan perusahaan.

Menurut keterangan mereka, sisa pembakaran yang diduga berasal dari batu bara pernah diambil oleh sejumlah karyawan untuk dimanfaatkan sebagai material timbunan di rumah masing-masing.
Menindaklanjuti adanya informasi dan aduan dari masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengawasan langsung ke lokasi perusahaan pada Senin, 6 Juli 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Irfan Paharuddin, mengatakan pengawasan dilakukan oleh tim pengawas bersama Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan dan keterangan dari pihak perusahaan, kami tidak menemukan adanya penggunaan batu bara sebagai bahan bakar. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa bahan bakar yang digunakan adalah cangkang sawit,” ujarnya.
Meskipun tidak menemukan penggunaan batu bara saat pemeriksaan berlangsung, DLH tetap memberikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan. Rekomendasi tersebut terutama berkaitan dengan pembenahan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) agar memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Andi Irfan menegaskan bahwa setiap laporan atau pengaduan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan sesuai prosedur.
“Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti melalui tim pengawasan. Dalam pemeriksaan kali ini kami tidak menemukan penggunaan batu bara. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki oleh perusahaan, khususnya terkait pengelolaan TPS Limbah B3,” katanya.(Ak Culli)













