Warga Maros Keluhkan LPG 3 Kg, Kopurindag Panggil Agen, Pertamina Salurkan Extra Dropping

NASIONAL, NEWS54 Dilihat

Zonamerah|Maros – Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengambil langkah untuk mengatasi sulitnya masyarakat mendapatkan gas LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah memanggil seluruh agen LPG 3 Kg untuk mengetahui kondisi distribusi sekaligus mencari solusi agar pasokan kembali normal.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, Andi Sam Sophyan, mengatakan pihaknya telah memanggil seluruh agen LPG yang beroperasi di wilayah Maros pada Senin (9/9/2026).

“Memang beberapa hari ini ada informasi-informasi dari masyarakat terkait kelangkaan tersebut. Makanya pemerintah daerah mengambil langkah-langkah. Untuk hari ini pertama kita akan panggil semua agen,” ujarnya.

Sekitar 12 agen LPG yang beroperasi di Kabupaten Maros akan dimintai keterangan terkait kondisi distribusi di lapangan. Hasil pertemuan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan Pemerintah Kabupaten Maros untuk berkoordinasi dengan Pertamina.

“Intinya, hasil kesimpulan rapat nanti, itulah bahan-bahan yang kita bawa ke pihak Pertamina,” tuturnya.

Pemkab Maros juga berencana kembali membentuk satuan tugas (satgas) migas yang melibatkan sejumlah unsur untuk mengawasi distribusi LPG di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Maros, H. Asri Abdul Rahim, saat di temui Awak media Jum’at 11/09/2026 menyebut kondisi LPG 3 kg yang sulit diperoleh masyarakat belum dapat dikategorikan sebagai kelangkaan.

Menurut Asri, kondisi distribusi saat ini masih berada dalam tahap “panas”, yakni ketika konsumen harus mencari

LPG 3 Kg lebih jauh dari biasanya akibat meningkatnya permintaan. Sementara kelangkaan, kata dia, terjadi ketika konsumen sudah harus mengantre di pangkalan untuk mendapatkan LPG.

Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan LPG terjadi setiap tahun, terutama ketika musim kemarau berlangsung panjang dan bertepatan dengan berbagai kegiatan keagamaan maupun adat.

Di Kabupaten Maros, kebutuhan LPG meningkat seiring pelaksanaan kegiatan seperti perayaan Maulid dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Permintaan juga datang dari sejumlah sektor usaha, termasuk pertanian dan perikanan.

Yang menggunakan Gas LPG 3 Kg

Asri mengatakan pasokan LPG dari Pertamina kepada agen di Maros sejauh ini tidak mengalami kendala. Namun, tingginya konsumsi membuat masyarakat lebih sulit memperoleh LPG 3 kg di sejumlah wilayah.

Saat ini terdapat sekitar 12 agen LPG nonsubsidi di Maros, dengan 11 agen di antaranya telah beroperasi. Setiap agen rata-rata memiliki dua armada pengangkut, meski terdapat agen yang memiliki hingga empat armada.

Secara keseluruhan, sekitar 20 armada setiap hari melayani distribusi LPG ke berbagai desa di Kabupaten Maros. Satu armada mampu mengangkut sekitar 560 tabung LPG untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah pangkalan.

Pertamina Tambah Pasokan

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, Dinas Kopurindag Maros telah melakukan pertemuan dengan para agen Senin lalu,dan meminta tambahan pasokan( extra dropping ) kepada Pertamina.

Permintaan tambahan pasokan atau extra dropping tersebut telah direalisasikan Pertamina sejak Selasa. Tambahan LPG kemudian didistribusikan secara bergilir kepada seluruh agen di Maros.

“Mulai hari Selasa itu sampai hari ini, Pertamina sudah mengirim LPG 3Kg tambahan atau extra dropping ke seluruh agen yang ada di Maros,” kata Asri.

Pada hari pertama, tambahan pasokan didistribusikan secara bersamaan. Selanjutnya, penyaluran dilakukan secara bergiliran antaragen.

Pertamina juga mengatur agar tambahan pasokan tidak menumpuk di satu pangkalan. Salah satu ketentuannya, distribusi tambahan dibatasi maksimal sekitar 60 tabung untuk satu pangkalan sehingga LPG dapat tersebar lebih merata.

Di tingkat agen dan pangkalan, harga LPG 3 kg disebut masih berada sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp18.500 per tabung.

Kenaikan harga justru ditemukan di tingkat pengecer. Di sejumlah wilayah, harga LPG 3 kg bahkan mencapai Rp24.000 hingga Rp25.000 per tabung.

Asri menilai kenaikan harga tersebut terjadi karena LPG telah berpindah beberapa kali dalam rantai distribusi sebelum sampai ke tangan konsumen.

“Kalau di tingkat rantai distribusi yang resmi, Pertamina, agen, pangkalan, aman, tidak ada (kenaikan). Kalau ada kenaikan harga, itu di luar jalur resmi,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pangkalan dan pihak yang terlibat dalam distribusi LPG 3 KG agar tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Maros juga berencana mengaktifkan kembali satgas yang bertugas memantau distribusi LPG di wilayah tersebut.

Satgas tersebut akan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pertamina, pemerintah daerah, TNI-Polri, Satpol PP, media, dan agen LPG.

Keberadaan satgas dinilai penting untuk memastikan distribusi LPG berjalan sesuai peruntukan sekaligus mencegah penggunaan LPG 3 kg oleh pihak yang tidak berhak.

Asri mencontohkan, terdapat sejumlah kegiatan usaha yang semestinya tidak menggunakan LPG bersubsidi 3 kg karena diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Di tengah meningkatnya permintaan, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian LPG 3Kg secara berlebihan.

Asri memastikan kondisi pasokan saat ini masih mencukupi. Terlebih, Pertamina telah menambah pasokan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat meningkatkan tekanan terhadap pasokan di pangkalan. Konsumen yang biasanya membeli satu tabung mulai membeli dua tabung sekaligus karena khawatir kehabisan.(Ak Culli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *