TIM Pengawas REPRO Maros Soroti Pengawasan Alsintan: DPRD Kemana ?

NASIONAL, NEWS145 Dilihat

Zonamerah|MAROS — Penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Maros menuai sorotan dari TIM Pengawas REPRO Maros. Mereka mempertanyakan peran anggota DPRD, khususnya komisi yang membidangi sektor pertanian, dalam mengawal bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi para petani.

TIM Pengawas REPRO Maros menilai pengawasan terhadap bantuan Alsintan tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pemberi bantuan. Menurut mereka, lembaga legislatif daerah juga memiliki peran penting dalam memastikan bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi petani.

“Kami berharap anggota DPRD, khususnya komisi yang membidangi pertanian, dapat ikut membantu petani dalam melakukan pengawasan terhadap bantuan yang diberikan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah,” ujar TIM Pengawas REPRO Maros.

Sorotan semakin mengemuka setelah agenda penyerahan Alsintan dilaksanakan. TIM Pengawas REPRO Maros menyebut tidak melihat adanya anggota DPRD yang membidangi pertanian hadir dalam kegiatan tersebut.

Kondisi itu kemudian dipertanyakan. Di tengah kebutuhan petani terhadap dukungan alat pertanian, kehadiran wakil rakyat dinilai penting untuk melihat secara langsung proses penyaluran bantuan serta mendengar aspirasi masyarakat penerima.

“Sungguh ironis, ketika bantuan Alsintan diserahkan kepada petani, tidak satu pun anggota DPRD yang membidangi pertanian datang. Padahal mereka seharusnya ikut memastikan bantuan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas TIM Pengawas REPRO Maros.

Mereka berharap persoalan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Pengawasan pascapenyerahan juga dinilai penting, mulai dari siapa penerimanya, bagaimana pemanfaatannya, hingga apakah Alsintan tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan petani.

TIM Pengawas REPRO Maros juga mendorong DPRD Kabupaten Maros untuk lebih aktif turun ke lapangan dan membuka ruang komunikasi dengan kelompok tani.

“Petani membutuhkan pengawasan dan pendampingan, bukan hanya bantuan. Jangan sampai bantuan sudah diserahkan, tetapi setelah itu tidak ada lagi pengawasan,” lanjutnya.(Ak Culli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *