Saling Dorong Memanas Hingga Subuh di SPIDI Maros, Aktivitas Belajar Lumpuh dan Santri Diliburkan

NASIONAL, NEWS60 Dilihat

Zonamerah|MAROS – Eskalasi konflik internal di kawasan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) Pesantren Darul Istiqomah, Kabupaten Maros, mencapai titik krusial. Ketegangan yang telah memuncak selama sepekan terakhir meletus menjadi aksi saling dorong fisik antarpihak yang berselisih di dalam kawasan pesantren. Gesekan keras yang berlangsung dramatis dari malam hingga menjelang subuh tersebut akhirnya berimbas langsung pada penghentian total kegiatan belajar mengajar, hingga memaksa pihak pengelola meliburkan seluruh santriwati.

Suasana tenang yang biasanya menyelimuti kompleks pendidikan Islam tersebut berubah mencekam tatkala ketegangan antar-kelompok tak lagi dapat diredam. Menurut kesaksian sejumlah warga dan saksi mata di sekitar lokasi, gesekan fisik dan aksi saling dorong terus terjadi berjam-jam hingga dini hari, menciptakan kepanikan di area asrama. Santriwati yang berada di dalam kawasan terpaksa mengurung diri di tengah riuhnya intimidasi dan ketidakpastian situasi keamanan di luar gedung.

Dampak langsung dari insiden tersebut membuat pihak pengelola mengambil keputusan darurat untuk meliburkan seluruh aktivitas persekolahan. Kebijakan ini diambil demi menghindari risiko keselamatan bagi para santri, sekaligus menenangkan atmosfer lingkungan pesantren yang dinilai sudah tidak lagi kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa dinamika internal yang bergejolak ini telah berlangsung selama seminggu penuh tanpa ada sinyal penyelesaian dari pihak-pihak yang berselisih.

“Sudah sepekan masalah ini bergulir dan jujur saja belum ada titik temu atau penyelesaian yang jelas. Konsentrasi kami mengajar jelas terpecah, dan yang paling kasihan tentu anak-anak karena aktivitas belajar mereka jadi tidak maksimal,” ungkapnya dengan nada penuh kekhawatiran.

Dampak dari ketegangan yang terus berlarut ini tak lagi hanya dirasakan oleh internal pengelola dan pengajar, tetapi juga memantik keresahan luar biasa di kalangan orang tua santri. Berita mengenai aksi saling dorong hingga subuh dan diliburkannya santri langsung memicu gelombang kekecewaan dan kecemasan massal terkait keselamatan serta keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Salah satu orang tua santri menyampaikan rasa kecewanya atas ketidakjelasan situasi dan kegagalan pihak pengurus dalam menjaga kondusifitas lembaga.

“Kami mempercayakan anak-anak kami di sini untuk belajar dengan tenang. Kalau konflik internal ini dibiarkan memanas terus tanpa solusi cepat hingga ada aksi saling dorong dan sekolah diliburkan, tentu kami sebagai orang tua sangat khawatir akan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan sekolah mereka,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di dalam kawasan SPIDI Pesantren Darul Istiqomah Maros masih dalam pengawasan ketat. Para pengajar dan orang tua murid mendesak pihak pengurus, yayasan, serta aparat terkait untuk segera turun tangan secara tegas menyelesaikan perselisihan secara bijaksana demi memprioritaskan keselamatan dan hak belajar para santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *