Proyek Pipa Lalebata Disorot, Pipa Lama Masih Dipakai?

NASIONAL, NEWS43 Dilihat

Zonamerah|Maros.Pekerjaan pemasangan pipa di Dusun Lalebata,Desa Pettayamang kabupaten Maros RT 2 dan RT 3, mendapat perhatian terkait sebahagia yang terpasang disebut masih merupakan pipa lama.

Saat di konfirmasi Awak media Kepala Desa, Akbar mengatakan dirinya belum memperoleh informasi maupun konfirmasi secara jelas dari pihak terkait mengenai pekerjaan tersebut. Ia menyebut pekerjaan tiba-tiba dilakukan tanpa adanya pemberitahuan yang diterimanya.

“Karena saya juga tidak ada konfirmasi baik dari PU maupun yang kerja. Tiba-tiba langsung kerja,” ujarnya.

Menurutnya, jaringan pipa yang dikerjakan pada tahun 2026 tersebut saat ini telah difungsikan dan digunakan oleh masyarakat. Namun, sebelumnya sempat terjadi persoalan berupa pipa yang pecah, dan Masi adanya Pipa lama yang digunakan

Ia mengaku berdasarkan pengamatannya, pipa yang dipasang sebahagia masih menggunakan pipa lama. Meski demikian, ia belum dapat memastikan secara keseluruhan mengenai kondisi dan spesifikasi material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

“Memang masih pipa lama yang dia pasang sebahagian. Tidak tahu apakah memang seperti itu,” katanya.

Ia menilai diperlukan kejelasan mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk pihak yang mengerjakan serta metode dan anggaran pekerjaan. Menurutnya, masyarakat yang mengelola jaringan tersebut juga perlu mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk nilai material yang digunakan.

“Memang masyarakat yang kelola di sana. Tapi masyarakat juga perlu dikasih lihat itu RAB-nya,” ujarnya.

Kepala Desa Akbar juga mengatakan dirinya belum menerima informasi mengenai besaran anggaran pekerjaan tersebut. Namun, sebelumnya ia tidak melakukan penelusuran lebih jauh karena yang menjadi perhatian utamanya adalah agar jaringan dapat berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat.

Ia berharap ke depan setiap kegiatan pembangunan atau pekerjaan infrastruktur di wilayah desa dapat disampaikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pemerintah desa maupun pihak terkait.

Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari, terutama apabila pekerjaan dilakukan dengan kualitas material yang tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Kekhawatiran juga muncul terhadap kondisi jaringan saat memasuki musim hujan. Debit air yang deras dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap pipa apabila material yang digunakan sudah lama atau tidak sesuai dengan kebutuhan teknis.

“Siapa tahu beberapa bulan lagi kalau masuk musim hujan, itu air deras. Siapa tahu pipa tidak mampu tahan kalau pipa yang lama,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, diperlukan klarifikasi dari instansi teknis atau pihak yang melaksanakan pekerjaan mengenai sumber anggaran, RAB, spesifikasi material, metode pekerjaan, serta alasan penggunaan pipa lama apabila memang material tersebut masih digunakan.

Kejelasan informasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui kualitas dan keberlanjutan sarana air yang saat ini telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga di Dusun Lalebata.(Ak Culli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *