Harga Solar Subsidi Nelayan pajukukang Disorot,koperasi Mina Rezky jadi perhatian

NASIONAL, NEWS86 Dilihat

ZonamerahMAROS – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi khusus nelayan di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan. Dugaan penjualan solar subsidi di atas harga yang seharusnya memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi harga dan mekanisme distribusi di Koperasi Nelayan Mina Rezky.

Sorotan ini mencuat setelah seorang warga yang mengaku hendak membeli solar subsidi menyampaikan bahwa harga yang ditawarkan mencapai Rp7.000 per liter.

“Rp7.000 ribu, Pak,” demikian pengakuan calon pembeli tersebut saat menyampaikan harga solar yang hendak dibelinya.

Pengakuan ini tentu perlu ditelusuri lebih lanjut. Pasalnya, solar bersubsidi merupakan BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu, termasuk nelayan yang membutuhkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas melaut.

Dalam percakapan dengan pihak pengelola selaku ketua Koprasi Very Siswanto mengatakan tidak pernah menjual harga di luar harga ketentuan,penyaluran solar nelayan, disebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 106 nelayan yang dilayani, khususnya nelayan di wilayah pesisir Pajukukang dalam sebulan armada pengantar solar 12 kali masuk dan 1 kali perantaran 8 KL

Pihak pengelola juga menjelaskan bahwa proses distribusi dilengkapi dokumen administrasi, termasuk tanda tangan penerima. Selain itu, laporan administrasi disebut disampaikan setiap hari oleh tim terkait.

tapi sampai berita ini di terbitkan belum ada bukti administrasi yang menunjukan prosedur lengkap terkait mekanisme pembelian nelayan

Mekanisme pembelian dilakukan menggunakan barcode yang terdaftar pada SPBU tertentu dan pelayanan diperuntukkan bagi kelompok nelayan.

Sementara itu, bagi nelayan dari wilayah lain, termasuk Kabupaten Pangkep, permohonan pelayanan disebut dapat diajukan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat sesuai mekanisme yang berlaku.

Namun, keberadaan administrasi dan barcode saja belum cukup menjawab seluruh pertanyaan publik. Keterbukaan mengenai harga jual, kuota, volume BBM yang disalurkan, serta jumlah solar yang benar-benar diterima setiap nelayan juga perlu diperjelas.

KOPERASI MINA REZKY DIMINTA DIEVALUASI

Atas munculnya pengakuan harga Rp7.000 per liter tersebut, Koperasi Nelayan Mina Rezky diminta segera dievaluasi oleh instansi berwenang.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maros, pihak SPBU pemasok, serta BPH Migas dan instansi pengawasan terkait diharapkan turun melakukan klarifikasi dan pemeriksaan.(Ak Culli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *