Zonamerah| Maros – Sudah hampir enam bulan bangunan penampungan air Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Taipa, Desa Majanang, Kecamatan Maros, Sulawesi Selatan, roboh dan hingga kini belum juga diperbaiki.
Ironisnya, jaringan perpipaan menuju rumah-rumah warga telah selesai dipasang. Namun, sejak proyek tersebut roboh, masyarakat belum pernah menikmati manfaatnya. Di tengah musim kemarau yang mulai melanda, warga Desa Majanang justru harus menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Maros segera mengambil langkah konkret untuk membangun kembali bangunan penampungan air tersebut agar anggaran negara yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Diketahui, bangunan Pamsimas tersebut merupakan proyek yang didanai melalui APBD dengan nilai sekitar Rp300 juta dari program Kementerian PUPR Tahun 2023. Namun, sebelum sempat difungsikan dan mengalirkan air kepada masyarakat, bangunan tersebut dilaporkan roboh.
Menanggapi persoalan itu, Sekjen PHLH (Lembaga Pemerhati Hukum dan Lingkungan Hidup), Kabupaten Maros Hamzah, S.E., mendesak pemerintah daerah agar segera bertindak.
“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah berakhir sia-sia sementara warga masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Pemerintah harus segera membangun kembali fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tegas Hamzah.
Selain itu, Hamzah juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut apabila ditemukan adanya dugaan kelalaian atau pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.
“Jika ada indikasi penyimpangan atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kami meminta APH melakukan penyelidikan secara transparan.
Masyarakat berhak mengetahui penyebab bangunan tersebut roboh sebelum digunakan,” tambahnya.
Saat di konfirmasi sabtu 25/07/2026 Camat Maros Baru Rudi Mengatakan Info terakhir saya dapat dari inspektorat, pihak kontraktor bersedia membangun kembali, tempatnya belum pasti dimana, apakah tetap disitu atau dipindahkan, terkait rencana pembangunannya juga belum ada kepastian.
Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda penyelesaian persoalan ini. Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas. Jangan sampai proyek yang dibiayai dengan uang rakyat hanya menjadi bangunan terbengkalai tanpa pernah memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan.(Ar/AK Culli)

















